Wednesday, February 17, 2010

Seputar Pembatasan RPM Konten di Internet - Terjadi banyak Penolakan

Berita ini saya ambil dari vivanews.com

VIVAnews - Kabar tentang adanya rencana Menkominfo Tifatul Sembiring untuk membatasi konten internet, membuat para pengguna jejaring mikroblog Twitter resah. Banyak pengguna Twitter (Tweep) menyertakan hashtag #tolakRPMkonten pada tweet (status Twitter) mereka, untuk mengekspresikan keberatan mereka terhadap rencana pembatasan Menkominfo, yang tertera dalam Rancangan Peraturan Menkominfo tentang Konten Multimedia (RPM Konten).

Dalam rancangan peraturan, yang linknya beredar di Twitter, Menkominfo berencana melarang pendistribusian, transmisi, dan penyediaan akses terhadap konten-konten pornografi, sesuatu yang berlawanan dengan kesusilaan, perjudian, penghinaan, dan SARA.

Namun tak berhenti di situ, menurut rancangan peraturan itu, Menkominfo akan membentuk Tim Konten Multimedia yang memiliki kewenangan untuk menentukan apakah sebuah konten termasuk konten yang dilarang atau tidak.

Tim ini nantinya beranggotakan maksimal 30 orang dengan komposisi 50 persen dari unsur masyarakat dan 50 persen lain dari unsur pemerintahan. Selama setahun, tim ini akan menganalisa konten-konten di internet dan memastikan konten-konten itu 'aman'.

"#tolakrpmkonten 1200 kaskusers menolak & growing," kata Andrew Darwis, salah satu pendiri situs forum terbesar di Indonesia, Kaskus, menyikapi adanya kabar rancangan peraturan Menkominfo.

Lebih lanjut, Andrew mengatakan bahwa para birokrat semestinya mengerti bahwa Internet memiliki aturannya sendiri yang ia juluki sebagai aturan 'Random act of kindness'.

Hal yang sama juga diutarakan oleh blogger Enda Nasution melalui Twitter. "S.O.S Internet Indonesia, tolak peraturan REPRESIF! Please RT #tolakRPMkonten!" Enda juga menganjurkan kepada para tweep untuk menyebarkan sebuah halaman Facebook untuk menolak rancangan permen itu.

Karena baru, Facebooker yang bergabung dengan laman Facebook ini, relatif masih belum banyak, baru sekitar 450-an. Sementara, gerakan menentang RPM juga muncul di forum Kaskus.

Menurut situs pemeringkat trending topics Twitter Trendistic, topik #tolakRPMkonten, mencapai puncaknya pada hari Jumat pukul 7 malam. Namun, topik #tolakRPMkonten masih kalah populer dari topik Indonesia lainnya di Twitter #kelasguebanget.

0 comments: