Minggu, 06 Juni 2010

Menu Makanan Untuk Bayi 9 Bulan +

kejadian yang menimpa anak saya mungkin anda alami juga, anak yang tidak mau lagi minum susu di dot, menjadi kendala bagi para orang tua muda, setelah search kesani-sini saya menemukan trik jitu untuk mengatasinya silahkan disimak :.......

Makanan. Suatu saat antara bulan kesembilan dan keduabelas, bayi-bayi yang masih menyusui mungkin mulai kehilangan minat untuk itu, dan ini adalah waktu yang tepat untuk mengangkat mereka dari rasa bosan. Pada beberapa kasus, penyapihan secara psikologis mungkin sebenarnya lebih sulit untuk ibu, yang menyadari peningkatan kebebasan bayinya. Bayi-bayi yang sudah makan makanan padat mungkin kini siap menerima daging dan jus buah.

Kemajuan fisik. Pada tahap ini, banyak bayi bisa duduk sendiri dan mencapai posisi berdiri dengan sedikit usaha. Dengan munculnya kemampuan baru ini, mungkin hadir pula pemahaman dan mungkin ketakutan akan ketinggian. Namun, anak-anak biasanya merasakan kegembiraan dalam usaha untuk berdiri, dan bisa jadi akan berkeras untuk berdiri pada waktu makan dan dipakaikan baju. Bayi yang amat aktif mungkin telah merangkak dan belajar memanjat tangga. Turun tangga jauh lebih menakutkan daripada naik, dan bayi mungkin terhenti beberapa langkah ke atas. Memasang karpet tangga adalah ide yang baik; memasang pagar di atas dan di bawah tangga adalah penting. Dengan kemampuan untuk duduk dan membungkuk ke depan dengan tangan bebas, seorang bayi 9 bulan memiliki kebebasan penuh untuk menjelajahi seluruh tubuh dan menemukan kesenangan dalam latihan ini.

Kecemasan saat dipisahkan. Suatu waktu pada usia ini, hampir setiap bayi mulai menangis saat dipisahkan dari orang tua, dan mungkin terus menempel dengan putus asa atau menangis dengan memilukan bila akan dipisahkan. Orang asing merupakan hal yang menakutkan dan tidak bisa dipercaya bagi bayi, terutama jika mereka memandangnya. Sebelum "cobaan" seperti kunjungan ke relasi, barangkali membantu untuk memperingatkan tuan rumah dan berbicara dengan si anak serta merangkulnya erat-erat selama kunjungan tersebut.

Gigi. Kadangkala bayi tidak menumbuhkan gigi sampai hampir akhir tahun pertama atau bahkan sesudahnya. Namun, masalah-masalah yang menyebabkan gigi tak sehat sebenarnya seringkali berasal dari bulan-bulan awal atau bahkan sebelum kelahiran. Membiarkan bayi tidur dengan botol susu dapat menimbulkan kerusakan gigi, yang disebabkan interaksi antara bakteri di mulut dan gula pada susu atau jus. Kontak terlalu lama dengan gula akan mendorong pembentukan plak, yang akan menyebabkan kerusakan gigi.

Walau gigi pertama hanya "gigi susu", yang diharapkan tanggal pada umur 6 atau 7 tahun, kondisi gigi susu tersebut menyiapkan suatu tahap untuk gigi tetap. Bila gigi ini tanggal dini akibat kerusakan, gigi permanen bisa salah tumbuh dan, selain tidak menarik untuk dilihat, mungkin tidak berfungsi dengan baik. Juga, gigi yang rusak pada usia berapapun seringkali terasa sakit dan bisa mengganggu nutrisi yang normal.

Pada usia dini, dot atau tidak menggunakan apapun lebih baik daripada botol susu untuk menenangkan atau menidurkan bayi. Bila bayi biasa mendapat botol pada waktu tidur, cobalah mengisinya dengan air. Paling tidak, ambil botol ketika bayi sudah tidur.

Fluoride adalah cara yang murah dan efektif untuk mencegah kerusakan gigi. Bahan ini paling mudah dimasukkan dalam air minum. Bayi-bayi menyusui seharusnya menerima suplemen fluoride.

(sumber : satumed.com)
dan satu lagi sumbernya
Panduan Pemberian Makanan Bayi (3)

9 –12 Bulan

LEBIH BANYAK VARIASI

Bayi Anda mulai mendekai masa batita. Ia sangat aktif dan cenderung sulit
untuk berhenti bergerak. Semakin mendekati ulang tahun pertamanya,
makanannya semakin bervariasi dan bertekstur kasar. Frekuensi makan juga
bisa ditingkatkan menjadi 2-3 kali dengan 1-2 kali makanan selingan.
Walaupun dia sudah mulai kehilangan minat pada payudara atau botol,
lanjutkan pemberian ASI kapanpun bayi memintanya karena ASI tetap menjadi
dasar utama dari kebutuhan nutrisinya selama masa pertumbuhan yang pesat
ini.

Tetap perkenalkan jenis-jenis makanan baru untuk memperluas variasi makanan
dan nutrisi yang dikonsumsinya.

Usia: 9 - 12 bulan

Perkembangan kemampuan makan:
• Sama seperti usia 6-8 bulan DITAMBAH
• Lebih mudah menelan makanan.
• Memiliki lebih banyak gigi.
• Mampu mengambil makanan dan obyek lainnya dengan jempol dan telunjuk/jari
tengah
• Memasukkan apapun dalam mulutnya.
• Menggerakkan rahang dalam gerakan mengunyah.
• Mengeksplorasi lingkungan sekitarnya melalui rasa, bau, suara dan
penglihatan.
• Mulai siap untuk disapih menggunakan botol atau cangkir.

Apa yang diberikan:
• ASI/ ASI perahan atau susu formula DITAMBAH
• Beras/sereal (jenis apa saja)
• SAYURAN: buncis, kcg kapri, kcg panjang, labu
• BUAH: nanas, kiwi, mangga, melon
• PROTEIN: dg sapi, dg ayam, ati, kuning telur.
• PRODUK SUSU OLAHAN: keju cheddar dan yogurt untuk bayi.
• Finger food: potongan buah, biskuit bayi.
• Jus buah yang tidak asam



Yang Belum Boleh Diberikan:

• IKAN & KERANG
• SUSU SAPI

Jenis:
· 3-4 bahan dasar (sajikan terpisah atau dicampur)
· Tekstur kasar dan Finger Foods
· Dimasak (kecuali alpukat dan pisang matang)

Frekuensy:
· Makan utama: 2-3 kali per hari
· Cemilan: 2 kali per hari
· ASI sekehendak.

Porsi:
· Yogurt 50 ml, keju ukuran 1 kartu domino.
· ¼ - ½ cangkir beras/cereal
· ¼ - ½ cangkir buah
· ¼ - ½ cangkir sayuran
· 1/8 - ¼ cangkir sumber protein.
· 50 ml jus buah

Tips Pemberian Makanan:

Pada usia ini, bayi Anda menjadi petualang sejati – merangkak, merambat dan
mungkin sudah mulai berjalan. Dalam hal pemberian makan, penting sekali
untuk diketahui orang tua bahwa orang tua harus memberikan contoh pola makan
yang sehat serta memberikan makanan yang sehat untuk memastikan anak
mempunyai pola makan sehat sepanjang masa.

· Perkenalkan makanan baru satu demi satu. Jadi untuk satu jenis makanan
beri waktu 2-4 hari.
Misalnya hari Senin selain memberikan makanan yang sudah pernah diterimanya
kita perkenalkan kuning telur, pemberian kuning telur ini dilanjutkan sampai
dengan Kamis.
Kenapa hal ini harus dilakukan? Untuk mempermudah deteksi alergi satu bahan
makanan.
Bayangkan kalau kita memberi bayi kita 2 jenis makanan baru sekaligus
(kuning telur dan keju misalnya) dan ternyata bayi kita mengalami reaksi
alergi (gatal-gatal, batuk, beringus, sesak napas, dll), kita akan sulit
mengetahui apakah bayi kita alergi terhadap kuning telur atau keju?
· Karena bayi sudah mulai mengunyah:
- Tingkatkan tekstur makanan. Anda bisa menghaluskan makanan dengan garpu
atau mencincangnya, sehingga bayi akan dirangsang untuk mengunyah.
· Karena kemampuan bayi untuk memegang lebih berkembang:
- Perkenalkan finger foods seperti sayuran kukus atau buah yang lembek yang
dipotong-potong seukuran 1 suapan bayi (wortel, kentang, mangga, pepaya).
- Walaupun Anda tetap menyuapinya, berikan bayi Anda sendok makan saat
waktu makan dan biarkan dia untuk menyuapkan makanan sendiri. Hal ini juga
mencegahnya untuk merampas sendok yang Anda pegang. Ia mungkin mengalami
kesulitan atau kegagalan dalam menyuapi sendiri makanannya setidkanya sampai
usia 1 tahun, namun latihan ini sangat baik untuk membangun kepercayaan
dirinya. Mashed potato dan saus apel adalah makanan yang tepat untuk proses
belajar ini. Anda bisa bergantian menyuapinya selagi dia mencoba untuk
menyuapkan makanannya sendiri.
· Jangan berikan susu sapi (segar/UHT/bubuk) sampai anak usia 1 tahun.
Susu sapi bukanlah pengganti ASI yang tepat. Tunda pemberian susu sapi
sampai bayi berusia 1 tahun.
· Ajak anak makan bersama keluarga.
Ajak anak duduk bersama keluarga saat waktu makan, baik bertepatan saat
waktu makannya atau untuk menikmati saat-saat bercengkerama dengan keluarga.
Berikan sedikit air/ASI/jus buah dalam training cup, atau peralatan makan
untuk menyibukkan diri, atau cemilan sehat.
· Sedikit berantakan tidak apa-apa.
Mencoba dan mengeksplorasi hal-hal baru saat waktu makan akan membuat
keadaan sedikit berantakan. Hal ini wajar karena anak sedang berada dalam
tahap belajar. Agar Anda tidak kewalahan dan frustasi, tempatkan kursi
makannya di atas alas lantai yang terbuat dari plastik, pastikan lap atau
pel berada dalam jangkauan. Acara makan akan lebih efektif jika dilakukan
saat anak sedang lapar sehingga dia akan tertarik untuk makan, bukannya
bermain-main.
· Berikan makanan yang bervariasi.
- Dengan memberikan variasi rasa, bentuk, warna dan tekstur, maka anak
Anda akan mendapatkan kandungan nutrisi yang dibutuhkannya, serta membentuk
pola makan yang sehat dan tidak memilih-milih makanan. Jangan biarkan selera
kita (terutama apa yang tidak kita suka) mempengaruhi pemilihan makanan
untuk bayi Anda.
- Coba sajikan jenis makanan secara terpisah, jangan dicampur-campur,
gunakan piring yang terkotak-kotak, sehingga anak bisa mengeksplorasi rasa
dan tekstur dari setiap jenis makanan yang disajikan.
· Waspadai bahaya tersedak makanan
Beberapa jenis makanan mempunyai bentuk, ukuran atau tekstur yang bisa
nyangkut di kerongkongan anak dan menyebabkan anak tersedak. Hindari
pemberian makanan yang licin, atau berbentuk bulat utuh seperti anggur dan
permen. Jenis makanan lain yang harus dihindari adalah kacang, selai kacang,
potongan sayuran mentah, hotdog, potongan daging dan popcorn.
· Minum dari cangkir
- Jenis cangkir yang digunakan bervariasi. Pada umumnya, saat anak
belajar minum, cangkir yang digunakan harus ringan, dan tanpa pegangan atau
bagian yang menonjol. Bagian yang menonjol seperti di training cup pada
umumnya sebaiknnya dihindari karena anak harus belajar memindahkan cairan
dari bagian depan ke bagian belakang mulutnya.




Nda'e Nish
http://nanangguliya.multiply.com

Reaksi:

0 komentar:

Bisnis Blog Tutorialkuliah

ALT/TEXT GAMBAR